📑 Daftar Isi

Mercedes-Benz G 580 with EQ Technology sebagai acuan SUV off-road mewah yang ingin ditantang Zeekr

Zeekr Siapkan SUV Off-Road Mewah Penantang G-Class

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Zeekr jajaki SUV off-road mewah penantang Mercedes-Benz G-Class
  • Proyek masih riset kelayakan, belum disetujui internal
  • Target produksi massal tentatif 2028–2029
  • Konsep pakai unibody, motor independen, suspensi udara long-travel
  • Andalkan torsi elektronik dan software, bukan hardware mekanis
  • Platform dan powertrain belum dikonfirmasi
  • Hybrid 900V dari Zeekr 9X dan 8X jadi kemungkinan titik awal
  • Pesaing: Yangwang U8, Fangchengbao Bao 8, G 580 EQ

Telset.id – Zeekr tengah menjajaki pengembangan SUV off-road mewah berkarakter kotak yang ditujukan untuk menantang Mercedes-Benz G-Class. Menurut laporan media China Future Car Daily pada 4 November, merek milik Geely itu dikabarkan sudah menyamakan persyaratan teknis dengan sejumlah pemasok utama. Proyek ini masih berada pada tahap riset kelayakan awal dan belum mendapat persetujuan internal resmi, dengan target produksi massal tentatif pada 2028–2029. Para pemasok disebut menyebut program ini sebagai proyek benchmark Mercedes-Benz G-Class.

Laporan tersebut menempatkan Zeekr pada posisi yang belum final. Status proyek masih berupa feasibility research, bukan keputusan produksi. Karena itu, belum ada konfirmasi soal platform, konfigurasi powertrain, maupun nama model. Yang beredar baru sebatas arah teknis yang sedang dipertimbangkan, sebagaimana dilaporkan Future Car Daily. Zeekr sendiri belum merilis pernyataan resmi terkait program ini.

Meski begitu, arah pengembangan yang bocor memberi gambaran soal pendekatan Zeekr. Alih-alih mengikuti resep off-roader tradisional, brand asal China itu disebut mengeksplorasi struktur unibody atau semi-integral. Pendekatan ini berbeda dari SUV off-road konvensional yang biasanya memakai body-on-frame. Konsepnya menggabungkan motor listrik yang dikendalikan secara independen, suspensi udara long-travel, serta fungsi pemulihan kendaraan berbasis perangkat lunak.

Mercedes-Benz G 580 with EQ Technology sebagai acuan SUV off-road mewah

Andalkan Torsi Elektronik, Bukan Hardware Mekanis

Pendekatan yang disebut dalam laporan itu bertumpu pada distribusi torsi elektronik dan kontrol suspensi, bukan perangkat off-road mekanis konvensional. Artinya, kemampuan melintasi medan berat akan lebih banyak ditentukan oleh perangkat lunak dan aktuator ketimbang differential lock atau sistem mekanis serupa. Arsitektur kendaraan juga harus mampu menahan beban torsional di medan tidak rata sekaligus melindungi paket baterai dan bagian bawah bodi. Kekakuan terintegrasi antara baterai dan sasis disebut menjadi faktor penting untuk menjaga kekuatan struktur.

Sampai di sini, laporan masih menyisakan tanda tanya. Apakah Zeekr akan mengadaptasi platform Geely yang sudah ada atau mengembangkan struktur baru, belum diketahui. Ini menjadi salah satu variabel kunci yang menentukan seberapa cepat proyek bisa berjalan dari tahap riset ke produksi. Tanpa keputusan platform, target 2028–2029 masih bersifat tentatif.

Zeekr sebenarnya bukan pemain baru soal motor listrik yang dikendalikan independen. Pengalaman itu datang dari Zeekr 001 FR yang memakai empat motor. Drivetrain-nya menggunakan motor silicon-carbide dan kontrol torque-vectoring untuk membagi tenaga ke masing-masing roda, termasuk untuk kemampuan tank turn. Namun aplikasi off-road menuntut kalibrasi berbeda. Prioritasnya bukan performa kecepatan tinggi, melainkan traksi kecepatan rendah, beban berkelanjutan, dan kontrol roda di permukaan tidak rata.

Powertrain Hybrid Jadi Titik Awal

Untuk urusan tenaga, SUV besar terbaru Zeekr disebut bisa menjadi titik awal bagi powertrain sang off-roader. Zeekr 9X dan Zeekr 8X memakai arsitektur plug-in hybrid 900V. Varian 8X yang berfokus pada performa bahkan menghasilkan hingga 1.030 kW pada konfigurasi output tertinggi. Sistem plug-in hybrid dinilai bisa memberi fleksibilitas lebih untuk perjalanan off-road jarak jauh di wilayah dengan infrastruktur pengisian terbatas.

Kendati demikian, konfigurasi powertrain model baru ini masih belum dikonfirmasi. Laporan hanya menyebut hybrid sebagai kemungkinan, bukan keputusan final. Ini wajar mengingat proyeknya sendiri belum mendapat lampu hijau internal. Sejumlah model Zeekr lain juga menjadi penanda arah teknologi brand, seperti Zeekr 7X versi Eropa yang sudah meluncur di pasar Benua Biru.

Rencana ini juga berkaitan dengan pernyataan sebelumnya dari CEO Zeekr International Mars Chen. Dalam wawancara dengan publikasi Australia GoAuto pada Mei 2026, ia menyebut kendaraan off-road hardcore sebagai salah satu arah produk masa depan yang potensial bagi Zeekr. Pernyataan itu memberi konteks bahwa minat Zeekr masuk ke segmen ini bukan hal yang tiba-tiba, meski eksekusinya masih jauh dari pasti.

Jika terealisasi, SUV tersebut akan masuk ke segmen off-road premium China yang sudah berisi sejumlah nama. Pesaingnya mencakup BYD Yangwang U8, Fangchengbao Bao 8, dan Mercedes-Benz G 580 with EQ Technology yang membawa powertrain listrik penuh ke G-Class. Persaingan di segmen ini menuntut diferensiasi teknis, bukan sekadar desain kotak. Pendekatan unibody plus kendali elektronik yang disebut dalam laporan menjadi pembeda yang ingin ditawarkan Zeekr.

Selain itu, rekam jejak volume produksi Zeekr di segmen SUV menjadi indikator kapasitas brand. Zeekr 7X tercatat menembus 200.000 unit, sementara model terbarunya terus disiapkan untuk pasar. Untuk konteks produk yang lebih luas, Zeekr 7X 2027 juga telah disetujui regulasi China dengan motor 496 hp.

Pada akhirnya, program SUV off-road Zeekr masih berada di titik nol. Semua persyaratan teknis yang disebut—unibody, motor independen, suspensi udara long-travel, hingga fungsi recovery berbasis software—baru sebatas arah eksplorasi. Belum ada keputusan platform, belum ada konfirmasi powertrain, dan belum ada persetujuan internal. Target produksi 2028–2029 pun masih tentatif. Yang jelas, ambisi Zeekr menyasar wilayah yang selama ini dikuasai G-Class sudah terlihat dari dokumen kelayakan yang beredar, bukan dari kendaraan jadi.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.