📑 Daftar Isi

Arab Saudi Resmi Akuisisi EA Rp983 Triliun, EA Kini Perusahaan Privat

Arab Saudi Resmi Akuisisi EA Rp983 Triliun, EA Kini Perusahaan Privat

Penulis:Fernando Yehezkiel
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Arab Saudi dan sejumlah investor resmi mengakuisisi produsen game terkemuka, Electronic Arts (EA), dengan nilai mencapai US$55 miliar atau setara Rp983,6 triliun. Akuisisi ini mengakhiri perjalanan EA selama 36 tahun sebagai perusahaan publik yang melantai di bursa saham, dan kini resmi menjadi perusahaan privat.

Perusahaan mengumumkan perampungan transaksi ini pada Selasa malam, hanya beberapa hari setelah mendapatkan izin dari Uni Eropa yang menjadi persetujuan regulasi terakhir. EA selama ini dikenal lewat berbagai game unggulannya, seperti EA FC (yang sebelumnya bernama Fifa), The Sims, Madden NFL, dan Battlefield.

EA dibeli oleh Public Investment Fund (PIF) milik Arab Saudi bersama Affinity Partners, firma ekuitas swasta yang dipimpin oleh menantu Donald Trump, Jared Kushner, serta firma ekuitas swasta Silver Lake Partners.

“EA telah menciptakan berbagai cerita, karakter, dan komunitas yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari ratusan juta orang,” ujar Kushner, melansir The Guardian, Rabu (5/8).

“Kami sangat bersemangat untuk mendukung perusahaan ini agar dapat menjangkau lebih banyak audiens, menginspirasi generasi kreator berikutnya, dan memperluas cara masyarakat di seluruh dunia saling terhubung melalui permainan,” lanjut dia.

Dampak Akuisisi EA oleh Arab Saudi

Melalui salah satu aksi akuisisi terbesar dalam sejarah ini, EA resmi berubah menjadi perusahaan privat. Sebagai perusahaan privat, EA nantinya tidak lagi diwajibkan untuk melaporkan kinerja keuangannya setiap kuartal. Menurut sejumlah analis, hal ini dapat membebaskan perusahaan dari pengawasan publik serta mengurangi tekanan dalam mengejar target finansial jangka pendek.

Meski demikian, langkah privatisasi perusahaan publik kerap diwarnai dengan pemutusan hubungan kerja (PHK) dan efisiensi biaya, walaupun hingga saat ini belum ada indikasi bahwa hal tersebut akan terjadi di EA. Sebelumnya, EA sempat memangkas sekitar 5 persen tenaga kerjanya pada tahun 2024. Perusahaan ini mencatatkan jumlah pegawai sebanyak 14.500 orang pada Maret 2025, sebelum kembali memangkas beberapa ratus karyawan pada bulan Mei.

Game-game besutan EA masih memiliki basis penggemar yang sangat setia, meskipun pertumbuhan pendapatan tahunannya cenderung stagnan dalam beberapa tahun terakhir, berkisar di angka US$7,4 miliar hingga US$7,6 miliar. Persaingan dari produsen game seluler seperti Epic Games semakin ketat dalam beberapa tahun terakhir.

Selain itu, salah satu pesaing terbesar EA, Activision Blizzard, juga telah dibeli oleh Microsoft senilai hampir US$69 miliar pada tahun 2023. Akuisisi ini menandai babak baru bagi EA di bawah kepemilikan Arab Saudi, dengan harapan dapat memperluas jangkauan audiens dan menginspirasi generasi kreator berikutnya.

Dengan status barunya sebagai perusahaan privat, EA diharapkan dapat lebih fokus pada pengembangan game dan inovasi tanpa tekanan target finansial jangka pendek. Keputusan ini juga membuka peluang bagi EA untuk menjangkau lebih banyak audiens di seluruh dunia, termasuk melalui proses privatisasi yang telah direncanakan sebelumnya.

Para penggemar game EA kini menantikan langkah selanjutnya dari perusahaan di bawah kepemilikan baru ini. Dengan dukungan finansial yang kuat dari PIF Arab Saudi dan investor lainnya, EA berpotensi untuk memperluas portofolio game dan menghadirkan pengalaman bermain yang lebih inovatif bagi para pemain setianya di masa mendatang.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.