Telset.id – Microsoft tengah menyiapkan langkah besar untuk konsol hybrid PC-konsol berikutnya, Xbox Helix, dengan menghadirkan tingkat backwards compatibility yang belum pernah ada sebelumnya. Laporan terbaru dari The Verge mengungkap kebocoran screenshot memo internal Microsoft yang dikirim ke para publisher, meminta mereka untuk bergabung dalam model baru yang memungkinkan game lawas dari konsol Xbox generasi lama dapat dimainkan di perangkat modern tanpa usaha tambahan.
Langkah ini merupakan kelanjutan dari arah yang sudah dimulai Microsoft sejak lama. Bulan lalu, Microsoft merilis empat judul game Xbox original di PC yang sudah dibekali emulator Xbox 360 di dalamnya. Penemuan ini memicu spekulasi bahwa dukungan backwards compatibility Xbox 360 akan segera hadir, dan memo yang bocor tersebut memang mengonfirmasi bahwa fitur ini sedang dalam pengerjaan untuk periode 2027-2028.
Periode tersebut bertepatan dengan perkiraan peluncuran konsol next-gen Xbox Helix, yang kabarnya mungkin tidak lagi dilengkapi dengan disc drive. Microsoft dikabarkan ingin mengikuti jejak Sony dengan meninggalkan media fisik dan menawarkan cara untuk mendigitalisasi disc game yang dimiliki pengguna.
Program Digitasi Disc dan Emulator Khusus
Konsep digitalisasi ini akan mengikat game pada disc ke sebuah lisensi, sehingga pemain dapat mengaksesnya di mana saja menggunakan akun Xbox mereka. Arah universalitas ini memang sudah menjadi fokus Microsoft selama satu dekade terakhir. Memo tersebut menyebutkan bahwa beta publik untuk fitur ini akan hadir pada Juli 2026.
Untuk mendukung digitalisasi ini, Microsoft meminta para publisher untuk bergabung dalam menawarkan game Xbox original dan Xbox 360 di Xbox Helix, PC, dan perangkat genggam. Perlu dicatat bahwa dukungan backwards compatibility untuk Xbox One dan Xbox Series sebenarnya sudah diperkirakan sebelumnya, mengingat ketiga konsol tersebut memiliki kemiripan arsitektur. Sementara itu, Xbox original dan Xbox 360 membutuhkan emulator karena tidak berbasis arsitektur x86.
Dalam memo yang bocor tersebut, Microsoft menyatakan akan secara sukarela “mengelola semua engineering, emulator khusus, sertifikasi dan pengujian per judul, merchandising storefront, dan dukungan pemain.” Para developer hanya perlu memberikan izin agar game lawas mereka muncul di storefront dan menikmati keuntungannya. Microsoft juga menjanjikan bahwa developer akan mempertahankan “hak, harga, dan kendali merek” mereka.

Dengan tawaran ini, sepertinya keputusan sepenuhnya berada di tangan para developer. Screenshot berikutnya dalam memo tersebut bahkan lebih eksplisit sebagai ajakan penjualan. Microsoft ingin para publisher memahami betapa menguntungkannya menghidupkan kembali judul-judul lama, dengan usaha nol dari pihak mereka. Perusahaan menjanjikan “ekosistem modern” dengan cloud saves untuk game lawas yang juga akan memudahkan pemain.
Kendala Lisensi dan Masa Depan Katalog Xbox
Proposal semacam ini masuk akal ketika menyadari bahwa backwards compatibility dalam skala besar tidak berfungsi seperti pada konsol generasi terbaru. Arsitektur x86 yang mirip PC memungkinkan disc Xbox One dimasukkan ke konsol Xbox Series dan langsung berfungsi. Microsoft bahkan memiliki sistem Smart Delivery untuk mengunduh konten tambahan yang paling sesuai dengan perangkat keras pengguna.
Namun, hal ini tidak mungkin dilakukan untuk judul-judul lawas yang membutuhkan izin eksplisit jika emulator sudah mendukungnya, atau judul yang sudah dihapus karena masalah lisensi pihak ketiga. Sebagai contoh, game balap lawas mungkin tidak lagi memiliki hak atas mobil dan musik yang ditampilkan di dalamnya. Melisensikan ulang aset-aset tersebut tidak akan masuk akal, meskipun Microsoft yang menangani distribusinya.
Oleh karena itu, ide mengubah disc menjadi game digital mungkin lebih menarik dan tidak terlalu mengikat secara hukum, sambil tetap melayani konsep yang sama: mengorganisir semua generasi Xbox dalam satu atap. Memo tersebut menyebut program ini sebagai “Program 01,” seolah-olah itu adalah opsi yang lebih disukai. Sementara ajakan kepada publisher disebut “Program 02” dan tampaknya kurang mungkin berhasil, setidaknya dalam skala yang diinginkan Microsoft.

Jika Xbox Helix akhirnya bisa memainkan game PC dan setidaknya tiga generasi judul Xbox — Helix, Series, One — maka konsol ini akan memiliki katalog yang sangat luas. Ditambah emulated backwards compatibility dan digitalisasi disc, Xbox Helix berpotensi memiliki perpustakaan game terbesar yang pernah ada di sebuah konsol. Tentu saja, masih bisa diperdebatkan apakah Xbox Helix benar-benar konsol tradisional, tetapi itu adalah diskusi untuk lain waktu.
Baca Juga:
Langkah Microsoft ini menunjukkan komitmen serius perusahaan terhadap ekosistem backward compatibility yang menyeluruh. Dengan menggabungkan emulator khusus, digitalisasi disc, dan dukungan penuh dari publisher, Microsoft berusaha menghadirkan pengalaman bermain lintas generasi yang mulus bagi para pengguna setianya.
Meskipun masih ada tantangan terkait lisensi dan partisipasi publisher, inisiatif ini jelas merupakan kabar baik bagi para gamer yang ingin tetap memainkan koleksi game lawas mereka di perangkat terbaru. Keberhasilan program ini akan sangat menentukan posisi Xbox Helix di pasar konsol generasi berikutnya.





Komentar
Belum ada komentar.