📑 Daftar Isi

Tampilan antarmuka Siri AI pada layar iPhone 17 Pro

Apple Batasi Siri AI, Fitur Berat Wajib Bayar Tambahan

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Apple konfirmasi Siri AI akan punya batas penggunaan harian di masa depan
  • Inferensi on-device tetap gratis, tugas berat seperti AI image editing masuk hitungan limit
  • Akses lebih luas akan tersedia dengan biaya, struktur harga belum diungkap
  • Penggunaan model cloud Apple (AFM 3 Cloud) yang dihitung terhadap batas harian
  • Alasan: Apple menanggung biaya inferensi server via Private Cloud Compute
  • Siri AI dirilis pertengahan September dalam bahasa Inggris lewat iOS 27

Telset.id – Apple akan menerapkan batas penggunaan atau usage limit pada Siri AI di masa depan, dengan opsi membayar untuk mendapatkan akses yang lebih luas. Keputusan ini dikonfirmasi dalam earnings call Apple untuk Q4 2026 yang dihadiri CEO baru John Ternus bersama CFO Kevan Parekh dan COO Sabih Khan. Bagi pengguna yang mengandalkan Siri sebagai asisten AI harian, kebijakan ini menandai perubahan penting: sebagian tugas berat tidak lagi sepenuhnya gratis.

Kabar ini muncul setelah Siri AI menjalani peluncuran yang cukup terbatas, dirilis pertengahan September dalam bahasa Inggris sebagai bagian dari pembaruan iOS 27. Siri AI sendiri berjalan di atas kombinasi on-device inference dan Private Cloud Compute, sehingga sampai Apple memahami besaran permintaan pengguna, biaya yang harus ditanggung perusahaan belum bisa dipastikan. Konfirmasi mengenai batas penggunaan ini menjadi sinyal bahwa model bisnis layanan AI Apple tidak selamanya tanpa biaya tambahan.

Yang perlu dipahami, inferensi on-device tetap gratis. Namun tugas yang lebih berat, seperti AI image editing, akan dihitung terhadap batas penggunaan harian. Pengguna yang ingin memakai Siri sebagai sumber utama jawaban AI dan memanfaatkan fitur pengeditan foto berbasis AI secara penuh harus membayar untuk akses yang diperluas.

Biaya Server dan Batas Harian Siri AI

Alasan di balik kebijakan ini dijelaskan langsung oleh CFO Kevan Parekh. Menurutnya, campuran antara Siri on-device dan cloud masih sangat awal, sehingga sulit memprediksi seperti apa komposisi biayanya. Di sisi perangkat, prosesnya sangat efisien dan tidak menimbulkan biaya berarti. Namun di sisi server, Apple menanggung sejumlah biaya inferensi.

“The mix of [on-device and cloud Siri] is very early days, and so it’s hard to predict exactly what the mix of those costs are going to look like,” ujar Parekh. Ia menambahkan bahwa Siri AI baru saja diluncurkan dan baru tersedia untuk lebih banyak pengguna, sehingga Apple masih berada di tahap sangat awal untuk memahami komposisi biaya maupun kebutuhan komputasi tambahan.

The Siri AI bubble displayed on an iPhone 17 Pro screen

Pilihan menggunakan Private Cloud Compute punya alasan tersendiri. Ponsel menyimpan informasi pribadi yang cukup sensitif yang mungkin perlu diakses Siri AI, dan Private Cloud Compute menawarkan cara memproses data tersebut dalam format anonim yang berfokus pada privasi. Sebagian besar inferensi Siri AI memang terjadi on-device, tetapi tugas yang melampaui batasan sumber daya iPhone dapat dialihkan ke Private Cloud Compute. Konsekuensinya, muncul biaya pemrosesan yang harus ditanggung Apple.

Soal kemampuan agentic, John Ternus menyebutnya sebagai alat yang menjanjikan bagi pengguna. Ia menekankan pentingnya memastikan pengguna mengetahui data apa yang diberikan aksesnya, serta agar prosesnya berjalan dengan cara yang melindungi keamanan dan privasi. Data yang dimaksud mencakup kontak, komunikasi, data kesehatan, hingga data finansial, yang dapat diakses Siri secara aman dan privat tanpa pihak lain bisa mengaksesnya.

Apa yang Masih Gratis dan Apa yang Berbayar

Untuk penggunaan gratis, tugas ringan yang berjalan on-device seharusnya tetap dapat diakses semua pengguna. Namun jika pengguna menjalankan tugas yang lebih kompleks atau ingin memakai fitur pengeditan foto AI Apple yang membutuhkan perangkat lebih kuat, batas penggunaan harian berpotensi terlampaui. Sebagaimana diungkap Apple dalam catatan kaki rilis Siri AI, penggunaan model cloud Apple-lah yang akan dihitung terhadap batas penggunaan tersebut.

“Daily limits may vary by feature, request complexity, system demand, system policies, and other factors. Expanded access to such features will be available for a fee in the future.” Demikian bunyi keterangan resmi Apple dalam catatan kaki tersebut. Artinya, batas harian bisa berbeda tergantung fitur, kompleksitas permintaan, permintaan sistem, kebijakan sistem, dan faktor lainnya, sementara akses yang diperluas akan tersedia dengan biaya di masa depan.

Siri and person looking confused.

Sejauh ini belum ada detail berapa biaya yang harus dikeluarkan pengguna di setiap tier iCloud+ untuk memanfaatkan Siri AI secara penuh. Apple juga belum mengungkap seperti apa struktur harga yang akan diterapkan. Yang jelas, tugas sederhana seperti menyusun email atau meminta Siri mencari video yang disebut teman dalam pesan beberapa hari sebelumnya seharusnya tidak menjadi masalah. Pengguna hanya perlu waspada saat memakai fitur yang membutuhkan model AFM 3 Cloud Apple, seperti alat pengeditan foto cerdas dan Image Playground.

Kebijakan ini juga sejalan dengan langkah Apple yang tengah mencari sumber pendapatan baru. Perusahaan diketahui tengah mengincar pendapatan dari aplikasi pihak ketiga, sebagaimana dibahas dalam laporan mengenai strategi layanan Apple. Di sisi lain, tekanan biaya komponen juga menjadi perhatian manajemen, seperti yang tercermin dari peringatan mengenai kenaikan harga RAM yang disampaikan John Ternus.

Split screen image of Siri AI and ChatGPT Voice Mode.

Bagi pengguna di Indonesia, kebijakan ini relevan karena Siri AI dirilis bertahap dan baru tersedia dalam bahasa Inggris. Ketika akses meluas, pemahaman soal batas harian dan fitur mana yang masuk hitungan cloud akan menentukan seberapa besar biaya tambahan yang perlu disiapkan. Pengguna yang rutin memakai fitur pengeditan foto AI dan Image Playground perlu memantau pengumuman resmi Apple soal struktur harga di setiap tier iCloud+.

Perlu dicatat, hingga kini belum ada informasi resmi mengenai besaran biaya maupun mekanisme pembayaran akses yang diperluas. Apple masih berada di tahap awal memahami komposisi biaya inferensi, baik on-device maupun server. Yang sudah pasti, inferensi on-device tetap gratis, sementara penggunaan model cloud Apple akan dihitung terhadap batas harian dan akses lebih luas akan dikenakan biaya di masa depan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.