📑 Daftar Isi

Deretan kabel Ethernet kuning pada klaster xAI Colossus yang terpasang di langit-langit

xAI Pakai 8 Turbin Jet untuk Data Center Mississippi, Lingkungan Terancam

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • xAI memakai delapan turbin jet konversi untuk memasok listrik data center di Mississippi
  • Izin mengizinkan batas polutan VOC lebih tinggi 25%, memicu kritik lingkungan
  • Southern Environmental Law Center menantang keputusan izin tersebut
  • xAI dituduh gagal menjamin standar emisi, termasuk formaldehyde
  • Turbin dikonversi ProEnergy dari General Electric, tiap unit hingga 50 megawatt
  • Musk menargetkan kapasitas data center xAI naik 7x sebelum akhir 2027

Telset.id – xAI, perusahaan kecerdasan buatan milik Elon Musk, menggunakan delapan turbin jet yang dikonversi untuk memasok listrik ke data center di Mississippi. Langkah ini menuai sorotan karena meski generator tersebut telah mengantongi izin tingkat negara bagian, muncul kekhawatiran serius terhadap dampak lingkungan yang ditimbulkannya. Persetujuan yang diterima xAI bahkan membuka ruang batas polutan lebih tinggi hingga 25% untuk senyawa yang dikenal sebagai volatile organic compounds (VOC).

Izin tersebut menjadi pemicu utama kritik. Senyawa VOC yang dilepas bersama emisi karbon monoksida membuat para pegiat lingkungan memperingatkan bahwa penggunaan mesin jet untuk menyalakan data center adalah langkah yang salah arah. The New York Times melaporkan bahwa Southern Environmental Law Center telah menantang keputusan Mississippi yang menyetujui penggunaan turbin tersebut di fasilitas xAI.

Southern Environmental Law Center berargumen bahwa xAI gagal memberikan jaminan bahwa turbin bertenaga jet itu memenuhi standar emisi untuk polutan tertentu, termasuk formaldehyde. Kelompok tersebut juga menuduh xAI melakukan apa yang disebut laporan sebagai “undercounting” atau penghitungan di bawah standar terhadap proyeksi emisi yang terkait dengan sumber daya listrik data center. Tudingan ini menjadi bagian dari rangkaian keberatan hukum yang mencuat di tengah ekspansi infrastruktur AI.

Sebelumnya, kelompok yang sama telah menggugat xAI terkait penggunaan generator gas tanpa izin yang diperlukan di sebuah kawasan berpenduduk lebih dari 100.000 jiwa. Gugatan itu menunjukkan bahwa persoalan perizinan dan emisi bukan kali pertama membelit operasional energi xAI. Dalam konteks industri yang lebih luas, kebutuhan daya listrik memang menjadi persoalan klasik bagi data center, baik yang sudah beroperasi maupun yang masih dalam tahap perencanaan.

Turbin Jet Konversi ProEnergy dan Beban Emisi

Generator yang digunakan xAI dikonversi oleh ProEnergy, perusahaan asal Missouri yang mengolah ulang turbin General Electric yang tak terpakai dan biasanya terpasang pada pesawat Boeing. ProEnergy bergerak cepat mengalihkan perhatian pada kemungkinan penggunaan mesin jet untuk menyalakan data center setelah teridentifikasi bahwa permintaan energi melampaui kemampuan perusahaan utilitas tradisional untuk mengikutinya.

Gas turbine

Setiap turbin mampu menghasilkan listrik hingga 50 megawatt. Dalam kondisi normal, kapasitas itu cukup untuk menyalakan sekitar 15.000 rumah. Angka tersebut memberi gambaran betapa besarnya kebutuhan daya yang harus dipenuhi fasilitas AI seperti milik xAI, sekaligus menjelaskan mengapa opsi turbin jet konversi dianggap sebagai jalan pintas untuk menutup kesenjangan pasokan listrik.

Ketersediaan energi memang telah lama menjadi masalah bagi data center. Sebuah laporan pada Juli 2026 memprediksi bahwa data center akan menggunakan 20% dari seluruh listrik di Amerika Serikat pada 2035, angka yang merupakan kenaikan besar 83% dibandingkan proyeksi serupa yang dibuat tujuh bulan sebelumnya. Meski demikian, hingga April tahun ini, separuh dari pembangunan data center telah dibatalkan atau tertunda, antara lain karena kurangnya pasokan daya.

Persoalan ini menjadi krusial bagi xAI secara khusus. Musk menyatakan pada Agustus bahwa xAI akan meningkatkan kapasitas data center-nya hingga tujuh kali lipat sebelum akhir 2027. Penundaan dan pembatalan pembangunan berpotensi menggagalkan rencana tersebut. Di sisi lain, sentimen publik terhadap data center memburuk dalam beberapa bulan terakhir di tengah persoalan listrik dan kekhawatiran atas besarnya air yang digunakan fasilitas tersebut.

an under construction data center

Penggunaan mesin jet konversi mungkin dapat membantu satu masalah, yakni pasokan daya. Namun, polusi yang dihasilkan tampaknya tidak akan meredakan kekhawatiran warga lokal dalam waktu dekat. Ketegangan antara kebutuhan energi untuk ekspansi AI dan dampak lingkungan pun semakin terbuka, terutama ketika izin yang lebih longgar untuk polutan tertentu menjadi titik sengketa hukum.

Bagi sebagian pengamat, kasus ini memperlihatkan bagaimana tekanan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur AI berhadapan langsung dengan pengawasan lingkungan dan prosedur perizinan. Southern Environmental Law Center tetap pada posisinya bahwa jaminan pemenuhan standar emisi, termasuk untuk formaldehyde, belum terpenuhi. Sementara itu, xAI menghadapi tuntutan untuk menyeimbangkan target kapasitas yang ambisius dengan tanggung jawab atas dampak operasionalnya di Mississippi.

[ META_DESCRIPTION]
xAI memakai 8 turbin jet konversi untuk data center di Mississippi. Izinnya menuai gugatan Southern Environmental Law Center soal emisi dan polutan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.