Telset.id – Apple memperkirakan biaya pembelian memori akan kembali meningkat pada kuartal Desember 2026, tepat saat perusahaan memasuki periode belanja teramai. CEO Apple, John Ternus, menyebut kenaikan harga memori saat ini sebagai kondisi yang “unprecedented” atau belum pernah terjadi sebelumnya. Pernyataan itu disampaikan dalam earnings call Apple pada 2 November 2026.
Kenaikan harga RAM menjadi tekanan baru bagi Apple karena memori digunakan di hampir seluruh lini perangkat kerasnya. Meski begitu, Apple belum mengumumkan putaran kenaikan harga produk berikutnya. Perusahaan sejauh ini berupaya meredam dampak tersebut melalui persediaan memori yang dibeli dengan harga lebih rendah, pemangkasan biaya di sejumlah komponen non-memori, serta penyesuaian harga pada beberapa produk.
Menurut laporan Reuters, tagihan manufaktur Apple dilaporkan telah naik sebesar 33 miliar dolar AS hanya dalam beberapa bulan. Angka tersebut menunjukkan bahwa tekanan biaya komponen tidak lagi bersifat marjinal, melainkan sudah terasa signifikan pada struktur produksi perusahaan.
Strategi Apple Menahan Dampak Harga Memori
Dalam penjelasannya, John Ternus menguraikan bahwa Apple telah menaikkan harga sejumlah produk sebagai langkah pengimbang. Harga Mac dan iPad disesuaikan pada akhir Juni, sedangkan iPhone mengalami kenaikan harga pada September. Langkah tersebut, menurut Ternus, memberikan sebagian kompensasi terhadap kenaikan biaya memori yang terjadi pada kuartal September dibandingkan kuartal Juni.
“Yang kami lihat dengan harga memori saat ini belum pernah terjadi sebelumnya. Dan seperti yang kami sampaikan sebelumnya pada kuartal September, kami memang melihat biaya memori yang lebih tinggi dibandingkan kuartal Juni, yang sebagian diimbangi oleh manfaat persediaan dan biaya lebih rendah pada komponen non-memori tertentu. Kini untuk kuartal Desember, kami memperkirakan biaya memori bahkan lebih tinggi, sebagian diimbangi oleh beberapa faktor. Jadi seperti yang Anda tahu, kami mengubah harga pada banyak produk, termasuk Mac dan iPad pada akhir Juni dan iPhone pada September, dan kenaikan harga ini memberikan sebagian kompensasi,” ujar Ternus.
Apple juga dilaporkan telah meningkatkan persediaan hingga 11,09 miliar dolar AS sebagai upaya membangun penyangga terhadap tekanan pasokan dan harga. Namun, bantalan fiskal tersebut kian menipis, dan Apple memperkirakan pembelian memori akan semakin mahal hingga 2027.

Peringatan dari Pemasok dan Proyeksi Tekanan hingga 2027
Sinyal tekanan biaya juga datang dari sisi pemasok. Samsung, yang merupakan pemasok utama RAM (DRAM), penyimpanan NAND flash, dan layar OLED untuk Apple, menyatakan bahwa permintaan memori akan jauh melampaui pasokan seiring ekspansi infrastruktur AI yang terus berlanjut. Divisi memori Samsung melaporkan kenaikan harga rata-rata DRAM secara kuartalan pada kuartal ketiga, sementara harga NAND naik dengan persentase belasan tinggi. Senior executive vice president divisi memori Samsung memperingatkan bahwa kelangkaan pasokan dapat berlangsung hingga 2028 dan setelahnya.
SK Hynix menyampaikan peringatan serupa. Perusahaan mengaku telah mengamankan perjanjian jangka panjang yang mencakup lebih dari separuh kapasitas produksinya untuk 2027 dan 2028. Adapun Micron, pemasok utama ketiga Apple selain Samsung dan SK Hynix, juga diuntungkan oleh lonjakan permintaan memori. Proyeksi terbaru Micron memperingatkan bahwa kelangkaan pasokan memori dan penyimpanan bisa membutuhkan “considerable time” atau waktu yang cukup lama untuk membaik.

Dave Nicholson, Chief Research Officer di Futurum Group, menilai harga memori sebagai titik tekanan yang semakin besar bagi margin dan penetapan harga perangkat keras Apple sepanjang musim liburan hingga 2027. Menurutnya, posisi Apple berbeda dari perusahaan yang menggelontorkan ratusan miliar dolar untuk infrastruktur data center AI. Dampak biaya komponen yang lebih tinggi, kata Nicholson, lebih mudah diukur dibandingkan imbal hasil jangka panjang dari belanja modal AI yang masif.
Baca Juga:
Tekanan ini bukan kali pertama dirasakan Apple. Pada Januari, perusahaan sudah berupaya mengamankan pasokan memori di tengah permintaan yang kuat, dengan CEO saat itu, Tim Cook, memperingatkan bahwa kenaikan harga dapat berdampak lebih besar pada pendapatan. Pada Juni, kenaikan biaya komponen berujung pada kenaikan harga ritel. Apple menaikkan harga sejumlah model Mac dan iPad, termasuk kenaikan 400 dolar AS pada harga awal MacBook Pro akibat krisis RAM. Pada Juli, Cook menyebut pasar memori sebagai “hundred-year-flood” atau banjir seratus tahun, dan menyatakan Apple memperkirakan akan membayar lebih mahal untuk memori pada kuartal September.
Di sisi lain, pasar memori global sendiri tengah mengalami gejolak harga yang tajam. Laporan sebelumnya menyebut harga memori melonjak 500 persen dalam 12 bulan, hingga mencapai 10 kali lipat dari harga terendah yang pernah tercatat. Kondisi ini turut memengaruhi cara produsen merancang perangkat, seperti yang disampaikan Fairphone bahwa memori kini menyumbang 60 persen dari biaya material.

Bagi Apple, memori merupakan komponen yang digunakan di seluruh lini perangkat keras, mulai dari iPhone, iPad, Mac, hingga perangkat lain. Karena itu, kenaikan harga yang berkelanjutan berpotensi memengaruhi biaya manufaktur sejumlah kategori produk sekaligus. Meski permintaan konsumen masih bertahan, pertanyaan yang muncul adalah seberapa besar kenaikan biaya tersebut dapat diserap konsumen.
Tekanan pada struktur biaya Apple juga datang di tengah berbagai dinamika lain di ekosistem perusahaannya. Apple baru saja memperketat rating usia aplikasi di App Store mulai November 2026, serta tengah mengincar pendapatan baru dari aplikasi pihak ketiga. Di sisi perangkat, watchOS 27.3 beta juga dikabarkan menghadirkan Siri Recap dan Live Rewind di Apple Watch.
Dengan harga memori yang diperkirakan terus naik hingga 2027 dan peringatan pemasok yang mengarah pada kelangkaan hingga 2028, Apple menghadapi periode di mana biaya komponen menjadi variabel yang sulit dikendalikan. Perusahaan belum mengumumkan langkah harga berikutnya, tetapi pernyataan Ternus menegaskan bahwa tekanan biaya memori akan tetap menjadi faktor penting dalam perhitungan margin dan penetapan harga produk Apple pada kuartal-kuartal mendatang.





Komentar
Belum ada komentar.