Telset.id – International Bureau of Weights and Measures (BIPM) memutuskan mempercepat penghapusan leap second dari semula 2035 menjadi 20 Mei 2027. Keputusan ini diambil untuk menghindari risiko gangguan pada sistem komputer dan infrastruktur kritis yang selama ini bergantung pada konsistensi 60 detik dalam setiap menit.
Leap second sendiri merupakan penambahan waktu yang kadang dilakukan pada Coordinated Universal Time (UTC) agar tetap selaras dengan rotasi Bumi. Namun karena rotasi Bumi tidak selalu konstan akibat pengaruh atmosfer, samudra, inti Bumi, hingga Bulan, BIPM menilai penyesuaian manual ini semakin berisiko di masa depan.
Keputusan mempercepat penghapusan leap second ini menjadi penting karena BIPM memperkirakan ada probabilitas 30% kebutuhan akan “negative leap second” pada 2035. Berbeda dengan positive leap second yang menambah satu detik ekstra, negative leap second justru belum pernah diterapkan sepanjang sejarah dan dinilai berisiko tinggi.
Risiko Negative Leap Second bagi Infrastruktur Kritis
Dalam dokumen resminya, BIPM menyebut bahwa negative leap second “belum pernah diterapkan sebelumnya, dan dianggap menimbulkan risiko tinggi menyebabkan anomali serta gangguan pada infrastruktur kritis yang sebagian besar belum siap.” Lembaga itu juga memperkirakan investasi yang dibutuhkan untuk bersiap menghadapi peristiwa tersebut “serupa dengan persiapan mereka menghadapi millennium bug.”
Leap second memang memiliki rekam jejak masalah di dunia teknologi. Reddit pernah tercatat mengalami crash setelah penambahan leap second pada 2012. Meski leap second biasanya tidak memengaruhi PC desktop—terutama jika server Time Service yang digunakannya telah diperbarui—BIPM tetap mengkhawatirkan dampaknya terhadap infrastruktur nasional seperti transportasi, distribusi energi, telekomunikasi, hingga proyek antariksa.

Alih-alih mengeluarkan biaya untuk meningkatkan perangkat lunak dan mengganti perangkat keras yang tidak kompatibel dalam 10 tahun ke depan, BIPM memilih mencoret leap second sepenuhnya dan menggantinya dengan leap hour pada tahun berikutnya. Langkah ini disebut akan memastikan kesinambungan jangka panjang UTC, yang diperkirakan tetap sinkron dengan TAI selama beberapa abad.
Baca Juga:
Mengapa Leap Hour Dipilih sebagai Pengganti
Keputusan BIPM mengganti leap second dengan leap hour didasari pertimbangan bahwa loncatan waktu satu jam sebenarnya bukan hal asing di dunia. Organisasi itu menulis bahwa “di banyak negara, terdapat perbedaan lebih dari satu jam antara waktu matahari lokal dan waktu sipil karena pilihan zona waktu.”
BIPM juga menambahkan bahwa “perubahan satu jam secara rutin diperkenalkan ketika daylight-saving time digunakan.” Dengan begitu, leap hour dinilai lebih mudah diterima secara global dibandingkan penyesuaian detik yang selama ini menyulitkan para programmer.
Masalah utama leap second adalah penerapannya tidak dilakukan dalam skala konstan. Berbeda dengan leap year yang umumnya terjadi setiap empat tahun, leap second tidak bisa diprogram sebelumnya oleh para pengembang. Kondisi inilah yang membuat sistem yang belum diperbarui rentan mengalami kesalahan waktu.
Sebagai gambaran, positive leap second pernah diterapkan pada 31 Desember 2016. Saat itu jam sempat menunjukkan 23:59:60 sebelum beralih ke 00:00:00 pada 1 Januari 2017. Peristiwa semacam ini menuntut kesiapan teknis dari penyedia layanan waktu dan sistem yang bergantung padanya.
Dengan percepatan penghapusan leap second ke 20 Mei 2027, BIPM pada dasarnya memilih jalur yang menghindarkan dunia dari kebutuhan investasi besar untuk memperbaiki perangkat lunak dan perangkat keras yang tidak kompatibel. Keputusan ini juga berarti pengguna tidak lagi perlu menyesuaikan jam secara manual setiap beberapa tahun untuk mencocokkan waktu secara presisi.
Bagi industri teknologi, perubahan ini menandai berakhirnya era penyesuaian detik yang kerap merepotkan. Infrastruktur yang selama ini mengandalkan UTC perlu memastikan sistemnya siap menghadapi transisi menuju leap hour di masa mendatang, sejalan dengan langkah BIPM menjaga kesinambungan jangka panjang standar waktu internasional.
[IMAGE_METADATA_PLACEHOLDER]





Komentar
Belum ada komentar.