📑 Daftar Isi

Ilustrasi prosesor AMD Ryzen untuk PC desktop dengan latar belakang gelap

Pengiriman CPU Desktop Anjlok 20% Akibat Harga Memori dan GPU Naik

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Pengiriman CPU desktop global turun lebih dari 20% year on year di Q2 2026
  • Penurunan disebabkan kenaikan harga memori dan kelangkaan GPU yang menekan permintaan PC gaming
  • AMD tingkatkan pangsa pasar desktop menjadi hampir 35%, naik dari 32% tahun lalu
  • Pangsa pasar mobile AMD naik ke hampir 29% dari 20,6% tahun sebelumnya
  • Pengiriman prosesor server naik 20% dengan pangsa AMD mencapai 34,5%
  • Sistem berbasis Arm capai rekor 15,3% di pasar klien dan 13,6% di server
  • Tekanan rantai pasokan dari ledakan AI menjadi faktor utama penurunan pasar

Telset.id – Pengiriman prosesor desktop global mengalami penurunan lebih dari 20% dibandingkan tahun lalu, seiring melonjaknya harga memori dan terbatasnya pasokan GPU yang menekan permintaan PC gaming kelas atas. Data terbaru dari Mercury Research menunjukkan pasar prosesor global terkontraksi pada kuartal kedua 2026, dengan AMD justru berhasil memperluas pangsa pasarnya di hampir semua kategori produk.

Penurunan ini terutama disebabkan oleh melemahnya volume system-on-chip dan embedded yang terkait dengan bisnis konsol game AMD yang menyusut, serta penurunan tajam volume CPU desktop. Meski pasar secara keseluruhan menyusut, AMD terus mengambil pangsa pasar dari Intel di hampir setiap kategori produk yang dilacak oleh firma riset tersebut.

Harga PC Naik Akibat Tekanan Pasokan

Mercury Research mengaitkan penurunan pengiriman CPU desktop dengan melemahnya permintaan untuk PC gaming kelas atas, bukan karena penurunan musiman biasa. Kenaikan harga memori, yang didorong oleh produsen chip yang memprioritaskan high-bandwidth memory yang lebih menguntungkan untuk server AI, telah mendorong naiknya biaya produksi PC jadi.

Kelangkaan GPU konsumen juga berasal dari tekanan pasokan serupa dalam industri chip yang lebih luas. “Harga PC yang lebih tinggi dan pasokan GPU yang terbatas berdampak signifikan,” demikian pernyataan Mercury Research dalam laporannya.

Menariknya, penurunan pengiriman desktop AMD lebih kecil dibandingkan Intel. Hal ini memungkinkan AMD menumbuhkan pangsa pasar desktopnya menjadi hampir 35%, naik dari sekitar 32% pada tahun sebelumnya. Sementara itu, pasar smartphone global juga mengalami tekanan serupa akibat kenaikan harga komponen, seperti yang terlihat pada Pasar Smartphone AS yang anjlok di kuartal yang sama.

Prosesor AMD Ryzen untuk PC desktop

AMD Perluas Keunggulan di Pasar Mobile dan Server

Berbeda dengan segmen desktop, pengiriman prosesor mobile mencatat kenaikan kuat dibandingkan kuartal sebelumnya setelah Intel memperluas produksinya selama dua kuartal yang sangat terkendala pasokan. Intel menambahkan jutaan unit kapasitas CPU mobile pada kuartal kedua, mempersempit kesenjangan antara pasokan dan permintaan yang tersedia.

Meskipun ada ekspansi tersebut, pangsa pasar AMD di segmen mobile naik menjadi hampir 29%, meningkat dari 20,6% pada kuartal yang sama tahun lalu. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa AMD mampu memanfaatkan pemulihan Intel yang tidak merata untuk terus memperkuat posisinya di berbagai segmen pasar.

Pengiriman prosesor server juga meningkat 20% secara year on year, dengan Mercury Research mencatat permintaan yang lebih kuat untuk chip kelas datacenter serta prosesor untuk networking dan storage. Pangsa pasar AMD untuk prosesor server naik ke 34,5%, dibandingkan 27,3% pada tahun sebelumnya. Jika perbandingan dibatasi hanya pada lini Intel Xeon SP dan AMD EPYC, pangsa AMD akan mencapai 46,4%.

AMD Epyc 9965

Mercury Research juga melacak pasar CPU berbasis Arm yang lebih kecil untuk PC dan server, dengan catatan bahwa estimasinya mengandung lebih banyak ketidakpastian karena tidak adanya pelaporan pendapatan terpusat untuk chip Arm. Firma tersebut mencatat pertumbuhan kuat pada lini Mac Apple, termasuk model Neo berbiaya lebih rendah yang lebih baru, serta kenaikan solid untuk Chromebook berbasis Arm.

Sistem berbasis Arm mencapai 15,3% dari pasar klien selama kuartal tersebut, sebuah rekor tertinggi dan peningkatan 0,9 poin persentase. Di pasar server, pangsa Arm juga mencapai rekor 13,6%, naik 0,5 poin persentase dari periode sebelumnya. Pertumbuhan ini menunjukkan diversifikasi yang semakin luas dalam ekosistem prosesor global.

Secara keseluruhan, angka-angka ini menggambarkan pasar prosesor yang lebih banyak digerakkan oleh tekanan rantai pasokan dari ledakan AI dibandingkan perubahan selera konsumen. Kelangkaan memori dan GPU tampaknya menekan pembeli desktop tradisional, bahkan ketika permintaan datacenter dan mobile tetap bertahan. Kondisi ini membuat AMD berada dalam posisi yang baik untuk terus mendapatkan keuntungan dari pemulihan Intel yang tidak merata.

Tekanan harga yang berkelanjutan di pasar komponen juga berdampak pada berbagai segmen perangkat. Fenomena serupa terlihat di pasar smartphone China yang dikuasai oleh Xiaomi dan Huawei pada kuartal pertama 2025, menunjukkan bahwa dinamika pasar komponen memiliki efek berantai yang luas.

Dengan tren kenaikan harga memori yang diprediksi akan terus berlanjut, para analis memperkirakan tekanan pada pasar PC desktop akan tetap berlangsung. Sementara itu, segmen mobile dan server diperkirakan akan tetap menjadi pendorong utama pertumbuhan bagi para produsen prosesor, seiring dengan terus meningkatnya permintaan untuk komputasi AI dan infrastruktur datacenter.

Bagi konsumen yang berencana membangun PC desktop, kondisi pasar saat ini menuntut perencanaan yang lebih matang. Kenaikan harga komponen dan keterbatasan pasokan GPU membuat biaya membangun PC gaming menjadi lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya. Namun, bagi mereka yang membutuhkan perangkat untuk produktivitas atau komputasi server, pasar prosesor mobile dan server masih menawarkan pilihan yang lebih beragam dengan pertumbuhan yang positif.

[CONTENT_END]

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.