Telset.id – Google resmi meluncurkan Gemini 3.7 Flash, model AI terbaru yang langsung diintegrasikan ke Gemini Spark. Peningkatan utama model ini membuat agen berbasis cloud tersebut lebih andal dalam penggunaan alat dan eksekusi tugas multi-langkah, seperti menggabungkan file, menyusun draf email, hingga memperbarui dokumen status di Google Workspace.
Peluncuran ini menjadi kabar baik bagi pengguna Gemini Spark yang selama ini mengandalkan agen tersebut untuk menyelesaikan pekerjaan otomatis. Dengan model baru, Gemini Spark diharapkan mampu mengurangi kegagalan tugas dan intervensi manual yang sering terjadi sebelumnya.
Peningkatan Kemampuan Gemini Spark
Gemini Spark sebelumnya sudah memiliki kemampuan untuk terus bekerja meskipun laptop ditutup atau ponsel dikunci. Agen ini juga dapat beroperasi di berbagai layanan seperti Gmail, Drive, Docs, Calendar, Keep, dan Tasks. Google baru-baru ini memperluas kemampuan tersebut melalui Chrome, di mana Spark dapat menggunakan akun yang sudah masuk dan kata sandi yang tersimpan di browser untuk menjelajahi situs web, membandingkan opsi penerbangan, menjadwalkan kunjungan apartemen, hingga memulai pemesanan.
Meski begitu, Spark tetap menyerahkan kendali kembali kepada pengguna sebelum melakukan tindakan sensitif seperti pembayaran. Kehadiran Gemini 3.7 Flash disebut Google membuat alur kerja tersebut lebih andal. Model ini menghabiskan lebih banyak upaya untuk perencanaan dan panggilan alat, beradaptasi lebih baik saat menghadapi hambatan, serta membutuhkan lebih sedikit percobaan ulang dan intervensi manual.
Hasil benchmark menunjukkan arah yang sama. Gemini 3.7 Flash mencetak skor 30,4% pada AutomationBench, naik dari 17% yang diraih Gemini 3.6 Flash. Angka tersebut juga mengungguli GPT-5.6 Terra yang mencapai 23,6% dan Claude Sonnet 5 di angka 10,7%.

Keunggulan di Luar Spark dan Harga Kompetitif
Gemini 3.7 Flash juga menunjukkan lompatan signifikan pada pekerjaan berbasis dokumen. Model ini mencetak skor 34% pada benchmark GDP.pdf, dibandingkan dengan 22% untuk Gemini 3.6 Flash, 28% untuk Claude Sonnet 5, dan 24,7% untuk GPT-5.6 Terra.

Yang membuat pencapaian tersebut semakin menarik adalah soal harga. Gemini 3.7 Flash dibanderol $0,75 per juta token input dan $3,75 per juta token output dengan harga pengantar hingga 31 Desember. Angka ini jauh lebih murah dibandingkan Claude Sonnet 5 yang dipatok $2 dan $10, serta GPT-5.6 Terra di harga $2 dan $12.
Performa model ini juga meningkat pada benchmark coding. Gemini 3.7 Flash mencetak skor 43,6% pada FrontierCode, mengungguli Claude Sonnet 5 di 42,7% dan GPT-5.6 Terra di 41,3%. Model ini juga menunjukkan peningkatan dibandingkan Gemini 3.6 Flash pada benchmark DeepSWE.


Bagi pengguna Spark, Gemini 3.7 Flash menjadi peningkatan yang berarti, terutama jika perbaikan dalam penggunaan alat dan perencanaan multi-langkah berhasil mengurangi jumlah tugas yang gagal dan intervensi manual. Sementara itu, pengguna berat masih menantikan model Gemini 3.5 Pro yang lebih ambisius, yang sudah dipratinjau di Google I/O pada Mei namun belum juga dirilis setelah melewatkan jadwal peluncuran Juni.
Baca Juga:
Dengan kombinasi harga yang lebih terjangkau dan peningkatan performa yang signifikan, Gemini 3.7 Flash menawarkan nilai lebih bagi pengembang dan bisnis yang membutuhkan solusi AI efisien. Langkah Google ini juga menunjukkan komitmen untuk memperkuat ekosistem AI-nya di tengah persaingan ketat dengan model dari kompetitor lain.
Pengguna Gemini Spark kini bisa merasakan langsung peningkatan kinerja agen tersebut dengan model terbaru ini. Perkembangan ini sejalan dengan upaya Google menghadirkan teknologi AI yang lebih terbuka dan dapat diakses lebih luas.
Ke depannya, publik menantikan apakah Google akan segera merilis Gemini 3.5 Pro yang telah lama dinantikan. Sambil menunggu, Gemini 3.7 Flash hadir sebagai opsi menarik bagi mereka yang menginginkan performa AI handal dengan biaya lebih efisien.





Komentar
Belum ada komentar.