📑 Daftar Isi

Gyazo Alami Data Breach, 23,62 Juta Data Pengguna Bocor

Gyazo Alami Data Breach, 23,62 Juta Data Pengguna Bocor

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Helpfeel, perusahaan asal Jepang yang menaungi layanan berbagi gambar Gyazo, mengalami data breach besar yang mengakibatkan 23,62 juta data pengguna terekspos. Insiden ini juga berimbas pada 490 juta metadata gambar yang tersimpan di layanan tersebut.

Serangan siber ini terungkap melalui notifikasi pelanggaran data yang diterbitkan Helpfeel. Perusahaan yang memiliki lebih dari 200 karyawan ini beroperasi sebagai penyedia pusat bantuan modern, pencarian cerdas, dan agen dukungan berbasis AI. Serangan tersebut terjadi pada 11 September ketika aktor ancaman yang tidak teridentifikasi menyalahgunakan sebuah kerentanan.

Berdasarkan hasil investigasi, pelaku memanfaatkan celah keamanan untuk mengunggah malware, mendapatkan akses ke server layanan, dan menjalankan perintah sewenang-wenang pada sistem tersebut. Dari insiden ini, Helpfeel mengonfirmasi bahwa 23,62 juta catatan telah dikompromikan.

Back View of Young Black Man Walking and Looking at Big Digital Screens Glitching While Displaying Code Lines. Professional Hacker Breaking Through Cybersecurity Protection System, Changing Code

Perusahaan mencatat bahwa beberapa catatan terkait dengan pengguna yang sama, dan banyak catatan dihasilkan oleh pelanggan tanpa akun pengguna. Oleh karena itu, jumlah individu yang terdampak sebenarnya belum dapat ditentukan secara pasti, meskipun dipastikan kurang dari 23,6 juta orang.

Jenis Data yang Bocor

Data yang dikompromikan mencakup berbagai kategori informasi sensitif. Menurut laporan Helpfeel, data tersebut meliputi nama, email, hash kata sandi, ID pengguna, ID perangkat, ID sesi login, token integrasi X, alamat email yang terkait dengan Google SSO, informasi profil, preferensi bahasa, tanggal dan waktu pendaftaran, tanggal dan waktu login, paket langganan, status penagihan tanpa nomor kartu kredit, serta statistik penggunaan.

Helpfeel memberikan penegasan terkait data pembayaran. “Kami telah mengonfirmasi bahwa tidak ada informasi pembayaran, termasuk nomor kartu kredit, yang diungkapkan tanpa otorisasi,” ujar pihak Helpfeel dalam pernyataan resminya.

Selain data pribadi, penyerang juga mengakses metadata gambar. Sekitar 490 juta catatan yang terkait dengan gambar yang terdaftar pada atau sebelum Januari 2019 turut dikompromikan. Metadata tersebut mencakup ID gambar, alamat IP sumber yang digunakan untuk mengunggah, user-agents, data lokasi EXIF, teks OCR yang diekstrak dari gambar, judul gambar, URL sumber, dan passphrase yang di-hash untuk gambar pribadi.

Karena sebagian metadata ini digunakan untuk menghasilkan URL gambar, Helpfeel tidak menutup kemungkinan bahwa penyerang juga telah melihat gambar sebenarnya. “Kami telah menonaktifkan sementara penayangan beberapa gambar untuk mencegah bahaya lebih lanjut,” jelas perusahaan. “Karena kami tidak dapat menyingkirkan kemungkinan bahwa beberapa gambar pribadi telah dilihat oleh pihak ketiga, kami melanjutkan investigasi terperinci kami.”

Dampak dan Langkah Penanganan

Insiden ini menjadi salah satu kebocoran data terbesar yang menimpa perusahaan teknologi Jepang dalam beberapa tahun terakhir. Serangan yang memanfaatkan kerentanan untuk mengunggah malware ini menunjukkan bahwa sistem keamanan Helpfeel berhasil ditembus hingga level server.

Hingga saat ini, Helpfeel masih melakukan investigasi mendalam untuk memastikan sejauh mana data yang terekspos dan apakah gambar pribadi pengguna benar-benar telah diakses oleh pihak ketiga. Langkah penonaktifan sementara fitur penayangan gambar menjadi respons cepat perusahaan untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.

Kasus ini menambah daftar panjang insiden kebocoran data yang menimpa berbagai layanan digital. Sebelumnya, situs hacker BreachForums juga menjadi sorotan setelah pemiliknya ditangkap FBI. Insiden serupa juga pernah menimpa kendaraan autonom Breaching dalam uji coba keamanan siber di Fort Bragg.

Malware attack virus alert , malicious software infection , cyber security awareness training to protect business

Bagi pengguna layanan Gyazo, insiden ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga keamanan data pribadi di platform digital. Pengguna disarankan untuk segera mengganti kata sandi dan mengaktifkan autentikasi dua faktor jika tersedia. Selain itu, pengguna perlu waspada terhadap potensi phishing yang memanfaatkan data yang telah bocor.

Helpfeel sendiri belum memberikan informasi lebih lanjut mengenai berapa lama proses investigasi akan berlangsung atau kapan fitur penayangan gambar akan kembali normal. Perusahaan berkomitmen untuk terus memberikan pembaruan kepada pengguna seiring berjalannya penyelidikan.

Kasus ini juga menyoroti pentingnya bagi perusahaan teknologi untuk memperkuat sistem keamanan mereka, terutama yang menyimpan data pengguna dalam jumlah besar. Kerentanan yang dieksploitasi dalam serangan ini menunjukkan bahwa bahkan perusahaan mapan dengan ratusan karyawan pun dapat menjadi target serangan siber yang canggih.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai cara mengamankan data digital, pengguna dapat merujuk pada panduan screenshot animasi GIF yang juga membahas aspek keamanan dalam pengelolaan file digital.

[ META_DESCRIPTION ]
Helpfeel alami data breach pada 11 September. 23,62 juta data pengguna Gyazo bocor, termasuk PII dan 490 juta metadata gambar.

[ FOCUS_KEYWORD ]
Gyazo data breach

[ SEO_TITLE ]
Gyazo Alami Data Breach, 23,62 Juta Data Pengguna Bocor

[ FEATURED_IMAGE_ALT ]
Ilustrasi serangan siber yang menargetkan layanan berbagi gambar Gyazo milik Helpfeel

[ FEATURED_IMAGE_CAPTION ]
Helpfeel, perusahaan di balik layanan Gyazo, mengalami kebocoran data yang mengakibatkan 23,62 juta catatan pengguna terekspos.

[ FEATURED_IMAGE_DESCRIPTION ]
Gambar ini menggambarkan situasi serangan siber yang menimpa Helpfeel, perusahaan asal Jepang yang menaungi layanan berbagi gambar Gyazo. Insiden ini mengakibatkan 23,62 juta data pengguna bocor, termasuk informasi pribadi dan 490 juta metadata gambar. Visual ini merepresentasikan ancaman dunia maya yang semakin canggih dan dampaknya terhadap layanan digital.

[ SUMMARY ]
• Helpfeel alami data breach pada 11 September, 23,62 juta data pengguna Gyazo bocor
• Data yang bocor meliputi nama, email, hash kata sandi, ID pengguna, dan Google SSO tokens
• 490 juta metadata gambar terekspos, termasuk EXIF location data dan OCR text
• Data pembayaran aman, namun gambar pribadi mungkin telah diakses pihak ketiga
• Helpfeel nonaktifkan sementara penayangan gambar untuk investigasi lebih lanjut

[ RELEVANCE ]
Kalau kamu pengguna layanan digital yang menyimpan data pribadi, insiden ini jadi pengingat untuk segera perkuat keamanan akun dan waspadai phishing.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.