Telset.id – Telkomsel resmi merombak jajaran direksi dan komisaris dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Jakarta pada Kamis, 11 Juni 2026. Langkah ini diambil untuk memperkuat strategi perusahaan dalam memperluas jaringan 5G dan mengadopsi kecerdasan buatan (AI).
Keputusan tersebut ditetapkan oleh para pemegang saham utama Telkomsel, yaitu Telkom dan Singtel. VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel, Abdullah Fahmi, mengatakan bahwa perubahan susunan pengurus ini bertujuan untuk memperkuat kepemimpinan strategis perusahaan. Hal ini penting untuk menjaga profitabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan di tengah industri telekomunikasi yang semakin kompetitif.
Berdasarkan hasil RUPST, posisi Komisaris Utama Telkomsel masih dijabat oleh Diaz F.M. Hendropriyono. Jajaran komisaris lainnya terdiri dari Muhammad Yusuf Ateh, Ahmad Riza Patria, Irfan Wahid, Chandra Arie Setiawan, Rico Rustombi, Yuen Kuan Moon, serta Yip Anna. Sementara itu, di jajaran direksi, Nugroho tetap memimpin perusahaan sebagai Direktur Utama.
Nugroho didampingi oleh sejumlah direksi baru, yaitu Daru Mulyawan sebagai Direktur Finance & Risk Management, Stanislaus Susatyo sebagai Direktur Sales, dan Indra Mardiatna sebagai Direktur Network. Posisi Direktur Planning & Transformation dijabat oleh Wong Soon Nam, Direktur Information Technology oleh Joyce Shia, Direktur Marketing oleh Lionel Chng, dan Direktur Human Capital Management oleh Indrawan Ditapradana.
Fokus pada 5G dan AI
Fahmi menuturkan bahwa Telkomsel menargetkan akselerasi pertumbuhan bisnis melalui penguatan layanan konektivitas inti atau core connectivity. Langkah tersebut akan dilakukan dengan investasi berkelanjutan pada jaringan 5G, perluasan layanan konvergensi, serta pengembangan berbagai solusi digital di luar layanan telekomunikasi tradisional (beyond connectivity) untuk segmen pelanggan individu maupun korporasi.
Tak hanya itu, operator seluler terbesar di Indonesia tersebut juga akan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi terkini, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Pemanfaatan AI ini bertujuan untuk menghadirkan pengalaman pelanggan yang lebih personal, efisien, dan relevan dengan kebutuhan pengguna.
“Melalui langkah ini, Telkomsel berkomitmen terus membangun ekosistem yang sehat, mendukung transformasi digital nasional, serta memberikan nilai tambah yang relevan bagi pelanggan dan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Fahmi dalam siaran pers yang diterima detikINET, Jumat (12/6/2026).
Langkah ini sejalan dengan tren industri telekomunikasi global yang semakin mengandalkan teknologi 5G dan AI untuk mendorong inovasi layanan. Perusahaan sebelumnya juga telah melakukan penyegaran serupa, seperti yang terlihat pada susunan komisaris tahun lalu.
Baca Juga:
Strategi Bisnis ke Depan
Dengan susunan direksi baru ini, Telkomsel diharapkan dapat lebih agresif dalam mengejar peluang bisnis di era digital. Fokus pada pengembangan jaringan 5G dan AI menjadi kunci untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat, tidak hanya dari operator seluler lain, tetapi juga dari penyedia layanan digital global.
Selain itu, perusahaan juga akan memperkuat posisinya sebagai pemimpin pasar dengan terus berinvestasi pada infrastruktur dan inovasi layanan. Langkah ini penting untuk memastikan bahwa Telkomsel tetap relevan dan mampu memberikan nilai tambah bagi pelanggan di tengah perubahan teknologi yang cepat.
Perubahan susunan direksi ini juga menjadi sinyal bagi pasar bahwa Telkomsel serius dalam mentransformasi bisnisnya. Dengan dipimpin oleh direksi baru yang memiliki pengalaman luas, perusahaan optimis dapat mencapai target pertumbuhan yang telah ditetapkan.
Melalui strategi ini, Telkomsel berkomitmen untuk terus membangun ekosistem digital yang sehat dan mendukung transformasi digital nasional. Perusahaan juga akan terus berupaya memberikan nilai tambah yang relevan bagi pelanggan dan seluruh pemangku kepentingan.

Dengan demikian, perubahan susunan komisaris dan direksi Telkomsel ini menjadi langkah strategis untuk menghadapi tantangan bisnis ke depan. Perusahaan akan terus berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi untuk mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar telekomunikasi di Indonesia.
Dalam waktu dekat, Telkomsel diharapkan dapat meluncurkan berbagai layanan baru yang memanfaatkan teknologi 5G dan AI. Layanan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pelanggan dan membuka peluang bisnis baru bagi perusahaan.
Selain itu, perusahaan juga akan terus memperkuat tata kelola perusahaan untuk memastikan bahwa setiap langkah bisnis yang diambil sesuai dengan prinsip-prinsip good corporate governance.
Dengan strategi yang jelas dan dukungan dari pemegang saham, Telkomsel optimis dapat mencapai target pertumbuhan yang telah ditetapkan. Perusahaan akan terus berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik bagi pelanggan dan berkontribusi pada pengembangan industri telekomunikasi di Indonesia.
Perubahan susunan direksi ini juga diharapkan dapat membawa angin segar bagi perusahaan. Dengan jajaran direksi yang baru, Telkomsel diharapkan dapat lebih cepat dalam mengambil keputusan strategis dan lebih responsif terhadap perubahan pasar.
Secara keseluruhan, langkah ini menegaskan komitmen Telkomsel untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Perusahaan akan terus berupaya untuk menjadi yang terdepan dalam menyediakan layanan telekomunikasi dan digital di Indonesia.





Komentar
Belum ada komentar.